Thursday, October 30, 2014

Sukhoi TNI pintas pesawat Singapura yang ceroboh ruang udaranya..


Walaupun hanya sekali Indonesia tidak langsung memberi peluang kepada pesawat dari Singapura untuk menceroboh ruang udaranya.. tetapi pesawat perang Singapura telah menceroboh ruang udara Malaysia lebih dari 2,508 kali.. hanya dibantah dan terus dibantah...

2,508 kali itu adalah jawapan bertulis Menteri Pertahanan pada ketika itu, Dr Ahmad Zahid Hamidi kepada soalan Ahli Parlimen Rembau, Khairy Jamaluddin di Dewan Rakyat pada 20 June 2011.

Pesawat perang Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF) telah menceroboh ruang udara Malaysia sebanyak 2,508 kali sejak tahun 2008.

Dalam tahun2011 sahaja, iaitu dari Januari hingga Mei, RSAF menceroboh sebanyak 19 kali. Apa tindakan Angkatan Tentera Malaysia?

Kita tidak tahu kerana Menteri Pertahanan hanya menyatakan bahawa Malaysia telah dan sedang menangani pencerobohan tersebut melalui 'bantahan-bantahan diplomatik'.

Sekali lagi kita katakan ia amat memalukan negara dan rakyat. Apakah kemampuan pertahanan udara kita begitu lemah sehingga sebuah negara asing boleh dan terus mencerobohi ruang udara kita tanpa tindakan tegas?

Khairy, yang terkejut dengan pendedahan itu berkata pencerobohan ruang udara Malaysia oleh RSAF melibatkan kedaulatan negara, walaupun ia hanya berlaku sekali.

Aku sokong kenyataan Khairy tu.. cuba baca laporan dari Indonesia ini..

Mereka menerbangkan pesawat Sukhoi untuk memintas sebuah pesawat dari Singapura yang kelihatan menceroboh ruang udara Malaysia kemudiannya menceroboh ruang udara Indonesia dan kemudiannya sekali lagi menceroboh ruang udara Malaysia..

Malaysia buat bodoh saja.. tapi Indonesia langsung tak beri muka..

Kita ada Sukhoi, Indonesia ada Sukhoi tapi mereka gunakannya sebaik mungkin tapi Malaysia hanya menggunakannya untuk latihan dan menakut-nakutkan kapal nelayan yang menghampiri kepulauan Spratly..

Langgar Batas Wilayah, Sukhoi TNI ‎Paksa Pesawat Singapura Mendarat


Jakarta - Pesawat TNI jenis Sukhoi SU-27/30MKI Flankers dari Skuadron Udara 11 berhasil force down atau lakukan pendaratan paksa terhadap satu buah pesawat terbang asing sipil Beechcraft 9L bernomor registrasi Singapura VH-PKF/pesawat latih.

Diketahui, pesawat tersebut melintas memasuki wilayah kedaulatan udara RI, di Pangkalan Udara (Lanud) Supadio, Pontianak, Selasa (28/10)‎.

Keberhasilan pesawat TNI dalam force down berawal pada pukul 10.15 WIB, di mana Radar TNI AU melihat adanya satu pesawat asing yang melintas di wilayah Indonesia dari arah Selatan Singapura menuju Sibu Kinabalu, Malaysia.

Atas kondisi tersebut, pesawat TNI AU langsung secara sigap melaksanakan pengejaran, dengan mengerahkan dua Flankers, call sign Klewang Flight, terdiri dari TS 3008.

Pesawat tersebut diterbangkan pilot Letkol Penerbang Tamboto dan Kapten Penerbang Fauzi, serta TS 2704 dengan penerbang Kapten Penerbang Gusti.

Keduanya lepas landas dari Batam menuju sasaran. Namun pesawat terbang asing sipil tersebut telah memasuki wilayah udara Malaysia.

Selanjutnya, pada pukul 13.00 WIB pesawat asing tersebut kembali terbang dari Malaysia dengan menggunakan rute yang sama.

Penerbangan pesawat asing yang sama tersebut ditangkap kembali oleh radar Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional I pada posisi di utara Pontianak.

Melihat kejadian ini pesawat TNI AU kembali terbang dari Batam menuju sasaran untuk melaksanakan pendaratan secara paksa terhadap pesawat asing tersebut di Lanud Supadio, Pontianak. 

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI M. Fuad Basya, menjelaskan, pesawat asing tersebut untuk sementara dicurigai terbang di atas wilayah Indonesia tanpa izin pemerintah Indonesia. 

Posisinya diketahui pada ketinggian sekitar 20.000 kaki dari permukaan laut dengan kecepatan 250-350 knot perjam.

Pesawat tersebut selanjutnya dicegat dua Sukhoi Su-27/30MKI Flankers di atas perairan Laut China Selatan, yaitu di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara diperoleh keterangan bahwa tujuan terbang pesawat asing melintasi wilayah udara Indonesia adalah dalam rangka melaksanakan latihan/mengajar siswa penerbang dengan pesawat type Beecraft/VH-PFK/Pesawat Latih," kata‎ Fuad.

Saat penurunan paksa, dijelaskan, ada tiga awak pesawat (pilot asing/siswa).

Ketiganya saat ini masih dimintai keterangan di Lanud Supadio yaitu Tan Chin Kia (Capt Pilot), Mr. Z. Heng Chia (Siswa), Xiang Bo Hong (Siswa) Warga Negara Singapore.

Dalam sepekan ini, pesawat TNI berhasil mencegat dan memaksa mendarat pesawat terbang asing yang melanggar kedaulatan udara nasional telah dua kali lapor BeritaSatu


... Sepatutnya Kementerian Pertahanan bertindak tegas dalam hal ini memandangkan pihak Singapura jauh lebih tegas dan berwaspada dalam melindungi ruang udara mereka.

Apabila jet-jet pejuang dan helikopter Malaysia mendekati ruang udara Singapura, helikopter perang dan jet pejuang mereka akan lantas ke udara dan siap siaga untuk menangkis jika kita memasuki ruang udara mereka.

Bantahan diplomatik tidak mencukupi walaupun kita melakukannya sejak 2008, ia jelas tidak menyekat atau menghalang RSAF daripada terus mencerobohi ruang udara Malaysia.

Adakah ATM khasnya TUDM tidak mempunyai keupayaan atau kelengkapan untuk menangkis serangan udara, jika ianya berlaku, memandangkan kita hanya mampu membuat bantahan diplomatik apabila ruang udara dicerobohi oleh RSAF sebanyak 2,508 kali?

Followers

Archive

Related Posts with Thumbnails