Monday, February 6, 2012

Ahli PKR ditangkap di Indonesia?.. Ada cerita disebalik berita ni..


Sebuah portal berita dari Indonesia Detiknews.com melaporkan seorang lelaki Azmin Helmi warganegara Malaysia yang mendakwa sebagai Ahli PKR telah ditahan di Indonesia kerana tinggal melebihi tempoh dibenarkan oleh visa.


Selain itu beliau juga ditahan kerana memiliki Kartu Penduduk Tetap dan juga sijil kelahiran Indonesia dan dalam masa yang sama beliau juga mempunyai Passport Malaysia dan juga Kad Pengenalan Malaysia yang beralamat di Jalan 4H Ampang Selangor 68000 Malaysia.

Yang menariknya.. dari keterangan Azmin kepada petugas Imigration Batam beliau mendakwa sepanjang berada di Indonesia beliau telah dibiayai oleh keluarganya dan juga Parti Keadilan Rakyat (PKR).

Kata Azmin kepada petugas Imigrasi Batam."Saya memilih menetap di Indonesia walaupun izin tinggal telah berakhir karena di Malaysia oleh pihak keluarga dan pimpinan anggota Partai Malaysia menyarankan agar saya berubah dulu di Indonesia. Keselamatan saya tidak lagi terjamin di Malaysia ini terkait dengan ancaman terhadap saya oleh pemerintah Malaysia yang mungkin atau menjadikan saya sebagai tumbal dan alat politik dari pihak yang berkuasa di Malaysia,"

Ada cerita disebalik berita ini sebenarnya.. cerita yang bakal mendedahkan siapa pula ‘PARASIT’ atau ‘PELESIT’ dalam PKR.. aku yakin berita ini telah dikaitkan dengan seseorang di dalam PKR oleh Blogger Pro UMNO dengan jayanya…

Cuma aku tertanya-tanya kenapa agaknya pihak berkuasa Indonesia menjalankan soal siasat hingga mahu tahu Ahli Parti manakah lelaki tersebut?..

Sedikit menghairankan pasal aku pernah di tahan di Imigresen Singapura dan Hong Kong.. tapi tak adalah pula ditanya pada aku yang aku ni ahli parti mana..

*******************************************

Miliki KTP & KK Batam Palsu, Warga Malaysia Ditangkap

Kita ketahui ternyata warga negara Malaysia, namun dia memiliki KTP, Kartau Keluarga dan akte kelahiran di negara kita. Sekarang sudah kita lakukan penahanan," kata Kasi Dakim Imigrasi Batam, Gindo Ginting, kepada wartawan, Sabtu (4/02/2012).

Dari hasil pemeriksaan petugas Imigrasi Batam, diketahui pria itu bernama Azmin Heli lahir di Kuala Lumpur 27 Maret 1975. Alamat Jalan 4H Ampang Selangor 68000 Malaysia. WNA ini ternyata salah seorang anggota Oposisi Partai Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia.

Gindo Ginting menjelaskan, Azmin Helmi, tertangkap Jumat (3/2/2012) oleh petugas Imigrasi kelas I Batam saat akan melakukan pengurusan paspor. Dari tangan tersangka ditemukan identitas palsu berupa KTP, KK, yang dikeluarkan oleh Disduk Pemkot Batam yang ditandatangan oleh Kadisduk Sadri Khairuddin.

"Selain itu juga ditemukan Akta kelahiran yang dikeluarkan oleh Kantor Dinas Pendaftaran Penduduk Kabupaten Karimun," kata Gindo.

Gindo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, Azmin warga Malaysia ini masuk ke Indonesia, melalui pelabuhan Internasional Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepri pada 15 februari 2009 lalu dan memiliki paspor Malaysia.

"Waktu itu dia mengaku diberi izin tinggal Bebas Visa Kunjungan Sementara (BVKS) selama 30 hari," kata Gindo.

Setelah masuk wilayah Indonesia, kata Gindo, Azmin mengaku selanjutnya melakukan perjalanan ke Pekanbaru, Jakarta dan menetap di daerah Cengkareng, Cingkawang, dan Pondok Kelapa.

"Sebelum izinnya habis, Azmin sempat melanjutkan perjalanan ke Timor Leste melalui perbatasan Atambua. Dari sana kembali ke Indonesia dengan paspor Malaysia. Selama itu juga sempat mengunjungi beberapa daerah di pulau Jawa dan terakhir menetap lebih lama di daerah Jakarta sampai izin tinggalnya habis," kata Gindo.

Dari keterangan Azmin keptugas, selama di Jakarta selalu dibiayai keluarganya dari Malaysia dan Partai Keadilan Rakyat (PKR). Selama di Jakarta, ia melakukan beberapa penelitian termasuk sejarah tokoh yang berkaitan sosial budaya publik di Indonesia, dan juga melakukan penelitian dan fotografi.

"Saya memilih menetap di Indonesia walaupun izin tinggal telah berakhir karena di Malaysia oleh pihak keluarga dan pimpinan anggota Partai Malaysia menyarankan agar saya berubah dulu di Indonesia. Keselamatan saya tidak lagi terjamin di Malaysia ini terkait dengan ancaman terhadap saya oleh pemerintah Malaysia yang mungkin atau menjadikan saya sebagai tumbal dan alat politik dari pihak yang berkuasa di Malaysia," kata Azmin kepada petugas Imigrasi Batam.


detikNews.com

Followers

Archive

Related Posts with Thumbnails