Tuesday, July 12, 2011

Najib hantar Ku Nan untuk membohongi Indonesia?

KUALA LUMPUR, 12 Julai — Pentadbiran Najib mengambil langkah luar biasa dengan menghantar setiausaha agung Umno Datuk Seri Tengku Adnan Mansor ke Jakarta untuk memberi penjelasan mengenai perhimpunan Bersih 2.0 Sabtu lalu di ibu negara dan meredakan kebimbangan sementara akhbar Bahasa Inggeris tertua di Indonesia mengecam tindakan pihak berkuasa.

Akhbar Jakarta Post berkata rakyat Malaysia seharusnya “kaya dan bebas” sementara Tengku Adnan berkata perhimpunan Bersih 2.0 yang menuntut pilihan raya bebas dan adil hanya satu helah Ketua Umum Pakatan Rakyat Datuk Seri Anwar Ibrahim, yang popular sebagai pemimpin Muslim di Indonesia.


“Dua juta pelancong melawat (Malaysia) setiap tahun dan pelajar-pelajar Indonesia juga datang ke Malaysia. Rusuhan ini menyebabkan saya datang ke Indonesia dengan cepat untuk menjelaskan isu,” kata laman web Vivanews memetik bekas menteri pelancongan itu pada sidang media di tengah Jakarta.

Kata beliau, kerajaan bimbang bilangan pelancong akan jatuh jika keadaan sebenar tidak diberi penjelasan.

Tengku Adnan menambah Indonesia memainkan peranan peranan dalam ekonomi Malaysia.

Kira-kira dua juta rakyat Malaysia bekerja di Malaysia secara sah manakala jumlah yang sama bekerja secara tidak sah.

Semalam, Putrajaya menggantung pendaftaran pekerja asing tidak sah sementara siasatan dijalankan mengenai sistem biometrik yang ada kecacatan.

Seiring dengan pendirian partinya, Tengku Adnan mempersalahkan Pakatan Rakyat atas perhimpunan Sabtu lalu sambil menafikan adanya kelemahan dalam sistem pilihan raya di Malaysia sebagaimana didakwa oleh Bersih 2.0, gabungan 62 pertubuhan bukan kerajaan.

Tengku Adnan menarik perhatian bahawa kebanyakan media Indonesia menyokong Anwar, yang merupakan bekas timbalan perdana menteri dan menteri kewangan ketika pemerinthan Tun Dr Mahathir Mohamad sebelum dipecat pada 1998.

Kata beliau, kehadirannya di Jakarta adalah untuk memperbetulkan salah faham ekoran perhimpunan Bersih 2.0.

Awal bulan ini, kerajaan mengisytiharkan Bersih 2.0 sebagai sebuah pertubuhan haram.

Rencana pengarang Jakarta Post dengan tajuk “Malaysia: Rich but not free” berkata pemimpin-pemimpin Malaysia masih bergerak dengan menggunakan “paradigma lama bahawa anda boleh ada pembangunan atau demokrasi, tetapi bukan kedua-duanya sekali.” - The Malaysian Insider

Laporan dari DetikNews

Polisi Dituding Lakukan Kekerasan pada Demonstran

Kuala Lumpur - Aksi demo di Malaysia pada 9 Juli lalu berakhir ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata ke para demonstran. Bahkan dikabarkan polisi juga melakukan tindak kekerasan terhadap para demonstran.

Situs Malaysia Kini, Senin (11/7/2011) memuat rekaman gambar dari jaringan televisi Al-Jazeera yang memperlihatkan beberapa pria berpakaian biru sedang menendang seorang demonstran. Demonstran tersebut ditendang di bagian kepala setelah terjatuh ke tanah.

Menurut Malaysia Kini, wakil presiden partai oposisi PAS, Mohamed Sabu juga terluka saat aksi demo menuntut reformasi pemilu itu. Sabu mengatakan, kakinya terluka setelah dirinya terjatuh dari motornya saat ditabrak oleh sebuah kendaraan polisi.

Seorang aktivis partai PKR Badaruddin Ahmad tewas dalam aksi demo di Kuala Lumpur setelah polisi menembakkan gas air mata ke para demonstran. Pemakaman Badaruddin dihadiri oleh sekitar 500 orang termasuk pemimpin Bersih, Ambiga Sreenevasan.

Seorang pejabat PKR, Dr Tan Kee Kwong mencetuskan, polisi telah menggunakan kekerasan yang tidak perlu terhadap para demonstran damai.

"Polisi menggunakan kekuatan yang tidak perlu dalam menghadapi kerumunan orang banyak yang tidak bersikap kasar," kata Tan seperti dikutip Malaysia Kini, Senin (11/7/2011).

Tan mengklaim, polisi menembakkan gas air mata secara horisontal, bukannya ke arah atas kerumunan demonstan. Cara itu menyebabkan beberapa demonstran terluka termasuk pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan seorang pengawalnya serta anggota parlemen dari partai PAS, Shah Alam Khalid Samad.

"Baik Anwar dan pengawalnya terluka karena metode penembakan gas air mata ini dan Khalid Samad menderita luka di kepalanya yang memerlukan enam jahitan," ujar Tan.

DetikNews

Followers

Archive

Related Posts with Thumbnails