Thursday, November 26, 2009

KHUTBAH AL-WIDA’ (Khutbah Perpisahan) - Bahagian 3

(3) Berwaspada dengan gangguan syaitan dan kewajipan menjaga agama

Wahai seluruh manusia, sesungguhnya syaitan itu telah berputus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi syaitan itu masih terus berusaha (untuk mengganggu kalian) dengan cara yang lain. Syaitan akan merasa puas jika kalian semua melakukan perbuatan yang tercela. Oleh kerana itu hendaklah kalian menjaga agama kalian dengan baik..

(4) Larangan mengharamkan apa yang dihalalkan dan sebaliknya

Wahai seluruh manusia! Sesungguhnya merubahrubah bulan suci itu akan menambah kekafiran. Dengan cara itulah orang-orang kafir menjadi sesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah.

Kemudian kalian menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkanNya. Sesungguhnya zaman akan terus berputar, seperti keadaan berputarnya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan di antaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut (yakni) Dzul Qa’idah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban..

Sesungguhnya persoalan halal dan haram adalah di tangan Allah dan hal ini telah pun jelas. Namun ternyata pada hari ini terdapat manusia, khususnya pemerintah yang menghalalkan apa yang Allah haramkan dan sebaliknya. Lihatlah sahaja akan hukum kufur yang diterapkan ke atas kita, baik dalam hal uqubat mahupun muamalat, para pemimpin telah ‘menghalalkan’ hukum kufur ini ke atas kita semua, dan mereka ‘mengharamkan’ hukum Allah dari diterapkan ke atas kita.

Mereka kekalkan sempadan negara yang dicipta penjajah dan melabelkan ‘haram’ ke atas umat Islam yang ingin masuk ke negara mereka. Mereka ‘haramkan’ tentera dari berjihad untuk melawan puak kuffar yang secara terang terangan membunuh umat Islam di serata dunia. Kuasa untuk ‘membuat’ undang-undang ada di tangan mereka, dan ternyata mereka telah membuat undang-undang yang menghalalkan apa yang Allah haramkan dan mengharamkan apa yang Allah halalkan.

(5) Kewajiban memuliakan wanita (isteri)

Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, kerana kalian telah mengambil mereka (menjadi isteri) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kalian semua dengan nama Allah.

Sesungguhnya kalian mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kalian dan isteri kalian mempunyai kewajiban terhadap diri kalian. Kewajiban mereka terhadap kalian adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kalian suka ke dalam rumah kalian.

Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak mencederakan. Sedangkan kewajiban kalian terhadap mereka adalah memberi nafkah dan pakaian yang baik kepada mereka. Maka perhatikanlah perkataanku ini wahai seluruh manusia, sesungguhnya aku telah menyampaikannya..

(6) Kewajiban berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah

Aku tinggalkan dua perkara bagi kalian, jika kalian berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya (yakni) Kitabullah (Al-Quran) dan Sunnah NabiNya (Al-Hadis)..

Merupakan satu fakta yang tidak dapat dimungkiri lagi bahawa pemerintah sekarang ini sudah tidak lagi berpegang teguh dengan Al-Quran dan Sunnah. Malah mereka telah mencampakkan Kitabullah dan Sunnah RasulNya dari urusan pemerintahan.

Hukum-hukum yang terdapat di dalam Al-Quran langsung tidak dipandang, malah jika ada gerakan Islam yang ingin menegakkannya, ini pun dihalang habis-habisan oleh pemerintah yang zalim ini.

Qisas, hudud, ta’zir, mukhalafat, muamalat, dakwah dan jihad sudah tidak ada dalam kamus hidup pemerintah ini, malah jika ada gerakan Islam yang ingin menegakkannya, maka mereka akan dianggap ekstrem, radikal dan pengganas.

Pemerintah ini benar-benar menjadi musuh Islam, walaupun mereka mendakwa diri mereka Muslim. Di samping pemerintah, sungguh malang apabila terdapat juga di kalangan umat Islam yang turut meninggalkan dua perkara ini.

Followers

Archive

Related Posts with Thumbnails